Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Friday, March 11, 2011

Wanita

Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita

Tanpa merekan, fikiran dan perasaan lelaki akan resah

Masih mencari walau ada segalanya

Apa yang tiada dalam syurga? Namun Adam tetap rindukan Hawa

Dijadikan wanita daripada tulang rusuk yang bengkok

Untuk diluruskan lelaki

Tetapi seandainya lelaki itu sendiri tidak lurus mana mungkin kayu

yang benkok menghasilkan bayang yang lurus

Luruskanlah wanita dengan jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT
Kerana mereka dicipta sebegitu rupa oleh Allah

Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya

jangan cuba menjinakkan mereka dengan harta

kerana nanti mereka semakin liar

Jangan hiburkan mereka dengan kecantikkan

Kerana nanti mereka semakin derita

Kenalkan mereka dengan Allah, zat yang kekal

Disitu punca kekutan dunia

Akal senipis rambutnya lebatkanlah ia dengan ilmu

Hati serapuh kaca, kuatkan lah dengan iman

Perasaan selembut sutera, hiasilah dengan akhlak

Suburkanlah ia kerana dari situlah nantinya mereka akan

Melihat nilaian dan keadilan Tuhan

bisikkan ke telinga mereka bahawa kelembutan bukan satu kelemahn

Ia bukan diskriminasi Tuhan

Sebaliknya di situlah kasih sayang Tuhan

Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak akan terhibur

Dan tidak akan menghiburkan

Tanpa iman, ilmu dan akhlak

Mereka tidak akan lurus

Bahkan mereka semakin membengkok

Itulah akibatnya wanita yang tidak kenal Tuhannya

Bila wanita menjadi derhaka, pasti dunia lelaki akan menjadi huru-hara

Lelaki pula janganlah harapkan ketaatan semata-mata

Tapi binalah kepimpinan

Pastikan sebelum memimipin wanita menuju Ilahi

Pimpinlah diri kepada-Nya

Jinakkan diri kepada Allah, nescaya akan jinaklah segalanya

Dibawah pimpinanmu

Jangan lah mengharapkan isteri semulia FATIMAH AZ-ZAHRA

Andainya dirimu tidak sehebat SAIDINA ALI KARAMLLAHUWAJHAH

Sunday, September 19, 2010

Tiga Nasihat

Pada suatu hari, ada seseorang menangkap burung. Burung itu berkata kepadanya, "Aku tak berguna bagimu sebagai tawanan. Lepaskan saja aku. Nanti aku beri kau tiga nasihat."
Si burung berjanji akan memberikan nasihat pertama ketika berada dalam genggaman orang itu. Yang kedua akan diberikannya kalau ia sudah berada di cabang pohon dan yang ketiga ketika ia sudah mencapai puncak bukit.
Orang itu setuju, lalu ia meminta nasihat pertama. Kata burung itu, "Kalau kau kehilangan sesuatu, meskipun engkau menghargainya seperti hidupmu sendiri, jangan menyesal."
Orang itu pun melepaskannya dan burung itu segera melompat ke dahan.
Disampaikannya nasihat yang kedua, "Jangan percaya kepada segala yang bertentangan dengan akal, apabila tak ada bukti."
Kemudian burung itu terbang ke puncak gunung. Dari sana ia berkata, "Wahai manusia malang! Dalam diriku terdapat dua permata besar, kalau saja tadi kau membunuhku, kau akan memperolehnya."
Orang itu sangat menyesal memikirkan kehilangannya, namun katanya, "Setidaknya, katakan padaku nasihat yang ketiga itu!"
Si burung menjawab, "Alangkah tololnya kau meminta nasihat ketiga sedangkan yang kedua pun belum kau renungkan sama sekali. Sudah kukatakan padaku agar jangan kecewa kalau kehilangan dan jangan mempercayai hal yang bertentangan dengan akal. Kini kau malah melakukan keduanya. Kau percaya pada hal yang tak masuk akal dan menyesali kehilanganmu. Aku pun tidak cukup besar untuk menyimpan dua permata besar! Kau tolol! Oleh karenanya kau harus tetap berada dalam keterbatasan yang disediakan bagi manusia."
________________________________________

Sunday, April 18, 2010

Pemuda dan seorang kiyai....

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar
negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia
meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru
agama, kiyai atau sesiapa sahaja yang boleh menjawab 3
pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu
mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab
pertanyaan-pertanyaan saya?
Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan
menjawab pertanyaan anda.
Pemuda: Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang
yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencuba sejauh kemampuan saya.
Pemuda: Saya ada 3 pertanyaan:-

1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan
kepada saya
2. Apakah yang dinamakan takdir
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan
ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak
menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur
yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh
itu?



Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi
dengan
keras.

Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah
kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban
saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit.
Kiyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda: Ya!
Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda: Saya tidak boleh.
Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama...kita semua
merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat
wujudnya.
Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar
oleh saya?
Pemuda: Tidak.
Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima
sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda: Tidak.
Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.
Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan
untuk menampar anda?
Pemuda: Kulit.
Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda: Kulit.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda: Sakit.
Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka
juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka
neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk
syaitan.